My New Start Up : Kakanae Indonesia

Exclusively Craft some cools products for young generations. Colourful Cushions as lifestyle companions

Review Young on Top New Edition

Review buku Young On Top New Edition, 35 kunci sukses di usia muda. Buku yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa hingga eksekutif muda.

Review Make Today Count

12 Kunci Sukses untuk diterapkan setiap hari oleh John C Maxwell

Peritel baru dari Jepang

New hangout place in Jakarta.

Starter Minimart - Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya !

Perhatikan hal - hal detail untuk kenyamanan konsumen anda.

17 Mar 2014

Saham Pilihan Terbaik Investasi 2014 di Indonesia

Indonesia menunjukkan indikator pertumbuhan yang cukup baik di tahun 2013. Sudah waktunya kita mempersiapkan rencana investasi yang lebih gencar di tahun 2014 ini. Meskipun kita tetap perlu waspada pada gejolak Pemilu Presiden di Indonesia yang akan berlangsung pada 9 Juli 2014. Untuk tahun 2014, saya sendiri berminat pada saham - saham dari sektor Consumer Goods, Infrastruktur, Properti dan Sektor pendukung Properti. Alasan saya sederhana karena meningkatnya segmen kelas menengah dan Nilai Tukar Rupiah terhadap dollar yang mulai menunjukkan penguatan bertahap akhir - akhir ini.

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan informasi yang menarik dari Majalah Investor Januari 2014 yang memberikan rekomendasi 10 Saham pilihan untuk investasi 2014. Materi di majalah tersebut merupakan kompilasi dari rekomendasi sejumlah perusahaan sekuritas. Semoga bisa menjadi informasi yang bermanfaat buat sahabat semua.

Ada 2 Isu yang berkaitan dengan bisnis PGN yaitu kebijakan Open Access (Peluang bisnis terbuka bagi pihak swata), serta rencana Pertamina mengakusisi PGN. Berita baiknya adalah kebutuhan pasar terhadap Gas sebagai sumber energi semakin meningkat ditambah lagi rencana pemerintah untuk mengkonversi BBM menjadi Gas.

Telkom di tahun 2013 telah berhasil melakukan ekspansi bisnis ke Mancanegara, dari target 10 Negara sudah tercapai 8 negara dan tersisa 2 negara yang akan menjadi fokus di tahun 2014. Telkom memilih negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta negara yang menjadi tujuan dari Turis Indonesia. Melalui bisnisnya Telkomsel, Telkom juga mengalami pertumbuhan bisnis yang signifikan karena meningkatnya jumlah pelanggan khususnya pelanggan data bergerak. Ya kalau kita tambah banyak yang melek teknologi, pakai smartphone, internetan dan Social media pastinya akan memberikan pertumbuhan yang positif bagi perusahaan ini.

Beberapa Mega Proyek yang akan ditangani oleh Adhi Karya kedepannya adalah : Proyek Monorel Jakarta Link Transportation (JLT) yang menghubungkan Bekasi Timur - Cawang - Kuningan - Cibubur pada tahun 2015, Proyek Monorel Automatic People Mover System (APMS) yang akan memudahkan transportasi antara Bandara Internasional Soekarno-Hatta 1 sampai terminal 3, Proyek automatic container tranportation (ACT) di Pelabuhan Tanjung Priok Surabaya.

Meskpun di tahun 2013 harga CPO merosot jauh, pada Q4 2013 harga CPO mulai menunjukkan kenaikan yang didorong oleh perbaikan ekonomi China dan India yang merupakan importir terbesar CPO dari Indonesia. Pada tahun ini prospek kenaikan harga diprediksi akan semakin baik karena spekulasi cuaca hujan yang cukup panjang di Indonesia dan Malaysia akan mempengaruhi jumlah pasokan CPO, jumlah kebutuhan yang meningkat serta pelua CPO untuk dikembangkan lebih banyak lagi sebagai Biofuel.

Wika melakukan berbagai diversifikasi bisnis seperti properti, beto pracetak, minyak, gas hingga fabrikasi baja. Kesemuanya itu dilakukan agar perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada proyek Pemerintah semata. Masih banyak proyek besar yang akan ditangani WIKA di tahun 2014, salah satunya adalah pembangunan Jakarta Mass Rapid Transit (MRT).

Siapakah yang masih meragukan performa penjualan perusahaan ini ? Boleh dibilang Indofood adalah perusahaan makanan terbesar di Indonesia dengan berbagai brand besar yang dimilikinya. Selama 2013 hingga awal tahun ini Indofood melakukan banyak aktifitas akusisi diantara mengakusisi Perusahaan pemiliki Pepsi Cola serta Air minum Club. Melakukan Joint Venture dengan perusahaan minuman raksasa asal Jepang Asahi Group Holdings yang telah meluncurkan produk pertamanya yaitu Minuman Teh Hijau Ichi Ocha. Indofoo tampak agresif untuk masuk ke industri minuman sebagai langkah melengkapi bisnis makanan dan meningkatkan penjualannya dengan jaringan distribusi kuat yang telah terbangun. Saham ini sangat baik untuk disimpan jangka panjang.

Jasa Marga di tahun ini berencana menambah 5 Ruas Jalan Tol Baru yaitu JORR W2 Utara, Bogor Ring Road, Semarang - Solo, Gempol Pandaan dan Gempol Pasuruan. Selain itu perusahaan juga telah melakukan penyesuaian tarif dibeberapa ruas jalan tol di Jakarta yang dikelolannya.

Kalau sebelumnya sahabat akrab dengan Nama Semen Gresik, mulai Januari 2013 Semen Gresik sudah beralih nama menjadi Semen Indonesia. Ini merupakan langkah awal ekpansi yang besar sesuai dengan perencanaan perusahaan. Salah satu aktifitas penting yang baru saja dilakukan adalah mengakusisi 70% Saham perusahaan Semen dari Vietnam, Thang Long Cement. Tentunya akusisi tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi Semen Indonesia untuk melaksanakan MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Eknonomi Indonesia) dari pemerintah.

Kalbe Farma sangat terpengaruh oleh melemahnya rupiah di Tahun 2013 karena sebagian besar bahan baku untuk pembuatan obat - obatan masih berasal dari impor. Di tahun ini, Kalbe Farma berusaha mensiasati pertumbuhan bisnisnya dengan menjual produk - produk ternamnya seperti Extra Joss, Diabetasol, Zee, Biskuit Milna, Mixagrip dan Woods ke negara - negara tetangga. Perusahaan juga mengembangkan berbagai benefit yang baik untuk konsumen dalam Negeri seperti kartu Kalbe Family dan gerai Kal Care yang bisa ditemukan di beberapa Mall besar di Jakarta.

Indofood melakukan ekspansi pasar lewat akusisi 63,35% Saham Minzhong Food Corporation China untuk memperbesar perkembangan bisnisnya di China, mengakusisi Saham Pabrik Gula Companhia Minerja de Acucar el al-cool Partipaccoes di Brazil. Indofood juga sedang membangun pabrik Mi Instan di Serbia.

Demikian 10 Saham yang direkomendasi dari Majalh Investor 2014, menurut saya semua analisanya punya alasan Fundamental yang kuat, pilihlah yang sesuai dengan karakter investasi anda masing - masing. Happy Trading, Happy Invest Happy Cuan.

13 Mar 2014

How Successful People Lead - John C Maxwell

Buku ini saya dapatkan langsung dari Editornya Selviya Hanna (Profesional Editor dan Penterjemah) yang sangat mengerti kesukaan saya terhadap buku - buku cetakan MIC Publishing bertema Kepemimpinan. Salah satu hal kecil yang saya suka dari buku - buku John C Maxwell cetakan MIC Publishing adalah ukurannya yang tidak terlalu besar untuk bisa dibawa kemana - mana, harap maklum bagi pembaca pemula seperti saya belum mampu melahap satu buku dalam waktu satu hari. Kira - kira saya butuh sebulan untuk menyelesaikan buku setebal 240an halaman ini. Sesungguhnya saya menikmati berlama - lama membaca buku ini bukan karena sedang malas membaca tapi menurut saya buku - buku kepemimpinan seperti ini perlu dibaca perlahan agar kita mendapatkan pemahaman yang bertahap hingga puncaknya di halaman terakhir.

Anda pasti sudah tahu benar bahwa John C Maxwell selalu bicara tentang kepemimpinan yang diwujudkan dalam pengaruh terhadapan orang lain dan organisasi. Faktanya dalam pribadi setiap pemimpin ada level pengaruh yang berbeda - beda. Dalam buku ini dipaparkan 5 Level Kepemimpinan yang bisa anda pelajari, pastinya kita perlu memulai dengan memahami saat ini kita berada di level kepemimpinan yang mana.

Level Kepemimpinan yang dijelaskan John C Maxwell melalui buku ini terdiri dari :

1. Jabatan
Di level ini seorang pemimpin mengandalkan jabatan dan hak  yang dimiliki untuk bisa mempengaruhi orang lain adalah jabatan yang dimiliki. Bagian terbaik yang benar - benar menjadi pembelajaran saya adalah "Untuk menggerakkan orang lain, Pemimpin (dilevel ini) lebih banyak memberikan PERINTAH dibandingkan TELADAN"

2. Perkenanan
Membangun Hubungan ! Itulah kekuatan dari Level ke 2. Pemimpin mendapatkan perkenanan dari hubungan yang dibangun dengan orang lain. Pengikutnya akan melakukan apa yang diarahkan pemimpin karena mereka ingin melakukannya. Kunci membangun hubungan yang baik adalah keterbukaan untuk berkomunikasi. Ambil waktu untuk berinteraksi dan mengenal setiap orang dalam organisasi anda. Di level ini pemimpin perlu menginvestasikan waktu dan energinya untuk mengenal setiap orang lebih dalam, apa saja potensi mereka ? apa yang jadi mimpi mereka ? 

3. Produktivitas
Membangun hubungan yang baik dengan tim tidaklah cukup untuk membuat pemimpin memperluas pengaruhnya. Setiap pemimpin organisasi harus menunjukkan produktivitasnya dalam bekerja. Pemimpin perlu menunjukkan hasil nyata dari kerjanya sebagai kontribusi kepada Organisasi. Pemimpin yang produtif akan menjadi teladan untuk mendorong anggota tim menjadi orang - orang yang produktif juga. Dilevel ini pemimpin akan ditantang untuk menerima tekanan yang cukup berat, mengambil keputusan - keputusan yang sulit namun itu semua akan menghasilkan kepercayaan dari seluruh tim.

4. Mengembangkan Orang Lain
Level ini boleh saya bilang mendekati "Great Leader"  tidak banyak pemimpin yang berhasil ada di level ini. Pada level ke-empat, seorang pemimpin tidak lagi banyak berbicara atau memperhatikan dirinya sendiri karena fokusnya di level ini adalah mengembangka orang lain menjadi pemimpin. John C Maxwell mengatakan bahwa Pemimpin adalah orang yang berhasil menghasilkan pemimpin lainnya. Anda tidak bisa menjadi orang yang egois dan menganggap orang lain sebagai ancaman bagi posisi anda. Kalau anda masih lebih memilih mengerjakan segala sesuatu sendiri dengan pertimbangan lebih mudah dari pada melibatkan orang lain, artinya anda belum sampai di level ini. Keberhasilan setiap pemimpin di level 4 adalah keberhasilan yang melibatkan banyak sekali orang, bukan keberhasilan "one man show".

5. Puncak
Saya terpesona dengan gambaran John C Maxwell tentang pemimpin di level 5. Sungguh Luar Biasa !! Kepemimpinan bukan lagi peran yang dilakukan seseorang namun kepemimpinan adalah Jati diri orang itu. Semua pengikut mengikuti arahan pemimpin dilevel ini karena Jati Diri Pemimpin itu sendiri. Pemimpin di level ini punya kemampuan untuk memimpin organisasi lintas bidang serta selalu menjadi sumber pertimbangan untuk keputusan - keputusan strategis. Anda akan bisa berada di level ini bila anda mampu membimbing orang - orang hingga mencapai level 4.

Dalam buku ini John C Maxwell juga menyampaikan sisi negatif dan positif dari setiap Level Kepemimpinan, dari situ anda akan belajar hal positif apa yang perlu anda kerjakan dan hal - hal negatif yang perlu anda perhatikan. Saya belajar banyak hal dalam buku ini, dalam hati saya punya kerinduan untuk suatu saat nanti bisa mencapai level puncak kepemimpinan. Mari Bertumbuh bersama ...

11 Mar 2014

Terminal 2 Surabaya - Starter Minimart

Terminal 2 Juanda Surabaya yang baru saja beroperasi 14 Februari 2014 lalu, mempertemukan saya dengan minimarket baru yang memang kali ini saya lihat ada di INDONESIA. Saya akan berkomentar sebagai materi pembelajaran bersama para pecinta ritel. Sekilas tulisan kali ini banyak memuat krtitik karena sejujurnya saya menemukan banyak sekali masalah kecil yang muncul di toko ini. Penyebab utamanya sudah pasti alasan klasik "Karena Outletnya baru saja dibuka". Meski demikian sebagai pecinta ritel yang mengenal slogan "Retail is Detail" maka seharusnya masalah apapun perlu diselesaikan tanpa banyak alasan.

Starter Minimart "Your Local Global Store" - outlet ritel ini berada di area dalam bandara Juanda - Terminal 2 Surabaya. Sewaktu saya keluar dari area Kedatangan, mata saya langsung tertuju pada outlet yang cukup lebar dengan warna dominan hijau dan ungu. Muncullah rasa penasaran yang dalam "Dari manakah asalnya peritel ini ?" sebuah banner menyambut rasa penasaran saya dengan informasi bahwa Starter Minimart.
Starter Minimart telah Melayani lebih dari 50 juta konsumen per tahun di 15 Bandara dan 7 Negara (India, Brasil, Polandia, Abu Dhabi, Malaysia, Kortarika dan kini Indonesia)
Dan kemudian saya lanjutkan dengan pencarian informasi di Google, namun ternyata tidak menghasilkan apa - apa. Jadi kalau ada para pembaca yang memang sudah pernah mengetahui tentang Starter Minimart, silahkan berikan masukan.

Saat memasuki area Starter Minimart, saya lebih merasa ada didalam sebuat Convenience Store dibandingkan sebuah minimarket. Range product yang disediakan lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan personal untuk bepergian dibandingkan dengan kebutuhan rumah tangga di Indonesia pada umumnya. Tersedia juga sitting area dan Coffee corner yang biasanya ditemukan di convenience store seperti Indomaret Point dan 7-11. Saya masuk tanpa menerima sapaan apapun dari pegawai toko yang menggunakan seragam kaos berwarna hijau dan bercelana jins hitam. Sebenarnya saya berharap menerima sapaan dalam bahasa Inggris atau setidaknya selamat siang dan selamat tiba di Kota Surabaya. Menyapa konsumen merupakan aktifitas sederhana yang penting. Menyapa konsumen berarti kita memberikan tanda pada konsumen bahwa kita siap untuk melayani mereka serta memberikan penghormatan yang pantas untuk kedatangan mereka ke toko kita. Ada pula beberapa peritel yang menggunakan moment sapaan sebagai aktifitas branding dengan menyebutkan nama tokonya seperti "Welcome to Wakai" atau "Selamat datang di Indomaret, selamat belanja".


Di belakang meja Kasir, terpasang tagline standar pelayanan yang sangat baik menurut saya, mungkin karena posisinya lebih mudah dibaca oleh konsumen dibandingkan oleh pelayan toko, maka penerapan standar pelayanan yang baik masih sulit ditemukan di toko ini. Saya berkeliling melihat - lihat isi toko. Dari segi penataan produk agak terasa aneh karena produk - produk snack and beverages justru diletakkan di area dekat kasir dan produk - produk mainan dan aksesoris justru diletakkan di bagian dalam toko. Mengapa saya katakan aneh karena disebagian besar minimarket di Indonesia, produk makanan biasanya ada di area kiri, produk bukan makanan biasanya di area sebelah kanan saat anda akan masuk ke sebuah toko (nanti sehabis kerja coba mampir ke minimarket terdekat dan perhatikan). Produk makanan dan minuman merupakan kategori produk dengan penjualan terbesar dihampir semua toko, oleh karena itu kategori ini biasanya dipakai untuk menarik konsumen untuk masuk ke area toko yang lebih dalam, dengan harapan disepanjang perjalanan konsumen mencari makanan dan minuman akan terjadi impulse buying pada kategori produk lainnya.

Mengelilingi semua rak display yang ada di dalam Starter Minimart ada beberapa detil kecil yang bisa menjadi pembelajaran kita bersama. Saya akan menampilkan beberapa foto yang bila anda jeli melihat, pasti akan menemukan detil display yang tidak sesuai. Ingat, bisnis ritel adalah showcase untuk menciptakan penjualan. Penataan display yang tidak rapih bisa jadi menyebabkan penjualan tidak terjadi di toko anda.

Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 1

Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 2

Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 3

Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 4


1. Display produk tanpa label Harga. (Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 1)
Saat anda mencoba berpikir sebagai konsumen, saya yakin sebagian besar dari kita (sebagai konsumen) akan batal membeli sebuah barang (dalam kondisi tidak mendesak kebutuhannya) karena tidak ada label harga yang terpasang. Mengapa pembelian bisa tidak terjadi ? karena pembeli kuatir harganya bisa terlalu mahal, atau pembeli malu/sungkan untuk bertanya pada pelayan toko. Display produk tanpa label harga juga bisa memberikan kesan anda tidak transparan dalam berjualan, bagaimana bisa perkiraan harga konsumen dan harga yang kemudiaan muncul di toko anda nantinya jauh berbeda (lebih mahal) ?

2. Display produk perlu memperhatikan Brand (Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 1)
Coba perhatikan bagian bawah gambar di area baris terbawah dari cooler. Ada beberapa botol dengan tutup warna biru, apakah kira - kira anda tahu produk dari Brand apakah itu ? Tanpa perlu saya jelaskan lebih lanjut, itu adalah salah satu brand yang mampu menciptakan sales yang cukup baik untuk setiap toko dan produk itu pasti dicari oleh banyak konsumen yang masuk ke minimarket. 
Lihat juga cara Starter Minimart mendisplay Produk Beng - Beng Maxx. Saya langsung merasa masuk ke toko grosir tradisional dengan penataan yang sangat tidak rapih. Penataan produk yang baik perlu memperhatikan penyajian brand di mata konsumen, pengaruh brand terhadap pembelian sebuah produk sangatlah besar dan pemilik brand sendiri sudah berinvestasi sangat besar untuk menarik konsumen untuk membeli produk tersebut di toko anda.

3. Pilihlah Kategori sesuai dengan konsumen anda (Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 1 & 2)
Saya bertanya - tanya dalam hati, apakah memang banyak orang yang mencari Minuman Keras Bir sebelum berangkat naik pesawat ? Sedikit informasi penting bagi para peritel, saat anda menjual minuman keras di Toko anda pasanglah informasi "+18" yang berarti hanya konsumen berusia di atas 18 tahun yang boleh membeli produk tersebut. Saya justru merasa kesulitan menemukan produk air mineral yang saya butuhkan karena selama di pesawat saya kehausan :P Sebagai informasi tambahan buat pembaca, Terminal 2 di Bandara Juanda Surabaya hanya digunakan untuk International Fligth dan Domestic Fligth (Air Asia dan Garuda Indonesia)

4. Displaylah sesuai dengan informasi pada Rak (Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 3 & 4)
Saat mengambil kedua gambar di atas, saya terkejut karena kesalahan ini bisa sampai terjadi di Global Store. Saya kemudian berpikir, artinya toko ini berencana menjual cukup banyak buku, mungkin konsep besarnya adalah menggabungkan Circle K, Keris Galery dan Periplus Bookstore yang biasanya ada di setiap Bandara di Indonesia.

Coffee Corner - Starter Minimart Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya
Area coffee corner ini bisa anda temukan di sudut dalam toko. Saya menemukan area ini kotor dan tidak tertata rapih. Meskipun belum menjual produk makanan RTE (Ready to Eat) yang bisa langsung dipanaskan dengan microwave, Starter Minimart sudah menyiapkan perangkat yang cukup lengkap di Area ini. Di indonesia, hampir semua convenience store memiliki corner seperti ini, yang penting diperhatikan adalah bagaimana menjaga kebersihan area ini karena anda tahu kebiasaan "Buanglah sampah pada tempatnya" belum diterapkan banyak orang di negeri ini. Untuk penggunaan microwave sebaiknya memilih merek microwave yang tidak terlalu rumit tombolnya serta berikan petunjuk yang jelas mengenai cara pemakaian serta berapa lama makanan harus dipanaskan (setiap makanan punya waktu yang berbeda). Ada beberap konsumen yang saya temui tidak tertarik mencoba makanan RTE karena takut/tidak bisa menggunakan microwave.

Sitting Area untuk Dewasa dan Anak - Starter Minimart Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya

Salah satu area yang menarik untuk saya perhatikan adalah sitting area untuk anak, saya rasa anak - anak merupakan salah satu target market dari Starter Minimart  karena saya menemukan banyak produk mainan yang dijual serta sitting area yang berisi Mainan Lego. Menarget anak - anak merupakan salah satu pilihan strategis yang tepat, anak - anak mungkin bukanlah decision maker dalam pembelian namun mereka merupakan influencer yang sangat kuat terhadapa orang tua. Sedikit saja kritik saya mengenai sitting area ini adalah mengapa diletakkan dekat dengan freezer ? Apakah semata - mata bertujuan menarik perhatian anak dengan Ice Cream ?

Untuk area bermain anak - anak yang pastinya punya rasa ingin tahu yang besar, sebaiknya kita memperhatikan faktor - faktor keamanan. Karena di area freezer ada resiko suhu yang terlalu dingin saat ada konsumen membuka freezer, area belakang freezer yang panas, resiko buka tutup pintu freezer dan pastinya tombol - tombol listrik pengatur lampu dan suhu juga akan bisa beresiko pada anak - anak.

Produk Khas Indoneisa

Sejenak saya berpikir, selain mengkritik hal - hal yang menurut saya kurang tepat di toko ini, apa yang bisa saya kembangkan seandainya saya mengoperasikan Starter Minimart. Saya punya beberapa ide seperti : 
  • Target Market : Kids and Adults
  • Environtment : Airport (departure and arrival) for International Fligth
  • Kategori produk yang dijual : 
    • Communication (kartu perdana handphone, headset, charger, etc)
    • Traveling Kit ( Penutup Mata, Gembok koper, Foldable Bag, etc)
    • Imported Snack berukuran Kecil untuk target anak - anak
    • Souvenir khas surabaya (tema bonek, suro dan boyo, dsb)
  • Layanan yang akan diberikan :
    • Money Changer
    • Partnership dengan biro wisata untuk penjualan hotel dan wisata lokal surabaya
    • Area Khusus di toko untuk meletakkan koper atau troly barang agar nyaman saat berbelanja di dalam toko
    • Internet Cafe, Printing and Scanning

Setelah berkeliling cukup lama dan tergelitik dengan berbagai keadaan yang saya temukan, akhirnya saya berjalan mendekati area kasir. Area Kasir merupakan area paling krusial dalam proses belanja. Saat konsumen anda ada di area display produk upayakan agar mereka berlama - lama hingga semakin banyak produk yang dilihat dan teratarik untuk membeli, saat konsumen masuk ke area kasir layani mereka dengan sigap agar mereka segera meninggalkan toko anda karena tidak banyak konsumen yang suka mengantri :P.

Di meja Kasir saya menemukan penggunaan perangkat komputer yang agak tidak biasa. Starter Minimart menggunakan Desktop All in One Lenovo dan Printer Thermal Epson. Yang menurut saya tidak biasa bukanlah pilihan perangkat yang canggih namun, ukuran monitor yang kira - kira mencapai 23 inch monitor. Saya merasa dengan perangkat sebesar itu memang akan memudahkan kasir dalam melihat angka penjualan dan harga, namun akan mengurangi interaksi dengan konsumen karena yang akan terjadi di meja kasir adalah seperti ini : 

Pemilhan Perangkat yang terlalu besar mengurangi interaksi Kasir - Konsumen

Saya juga merasa agak bingung, mengapa perangkat Price Display justru dihadapkan Kasir dan bukan ke konsumen ?

Dan sebagai penutup dari tulisan ini dan proses belanja saya, akan saya tutup dengan sebuah gambar yang menarik :

Nota belanja yang diberikan oleh Starter Minimart



8 Jan 2014

Mengubah Kebiasaan Konsumen, Meningkatkan Penjualan

Terry Palmer pasti dikenal oleh banyak orang dengan kualitas Handuk yang baik dengan bahan yang nyaman untuk dipakai setiap hari. Beberap waktu yang lalu saat sedang berbelanja ke Hipermarket, saya menemukan salah satu Marketing Campaign yang dijalankan Terry Palmer yaitu "Ayo ! Cuci Handuk 3 hari sekali" .

Tertarik untuk sejenak berpikir tentang bagimana ide marketing yang cocok digunakan untuk produk - produk yang memilki life-time usage cukup panjang seperti handuk. Life-time usage yang saya maksudkan adalah handuk merupakan jenis produk yang belum tentu dibeli secara periodik harian bahkan bulanan. Saya sendiri sebagai konsumen dalam setahun paling banyak hanya membeli handuk 2 - 3 kali. Pembelianpun dilakukan hanya bila ada potongan harga yang sangat miring atau bila handuk yang sudah dimiliki mulai luntur warnanya atau mulai tidak nyaman dipakai di kulit.

Menurut pengamatan saya, dalam menjual produk dengan life-time usage yang cukup panjang ada beberap jenis aktifitas promosi yang bisa kita lakukan yaitu :

  1. Promo Potongan harga Super murah. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsumen seringkali akan membeli produk yang tidak terlalu mendesak kebutuhannya saat menghadapi tawaran potongan harga yang super murah.
  2. Promo tukar tambah, konsumen bisa menukarkan produk yang sudah dimiliki saat ini dengan produk yang baru.
  3. Ubah Kebiasaan Konsumen, kebiasaan yang saya maksud di sini adalah kebiasaan konsumen dalam menggunakan produk yang kita jual. Sudah banyak brand yang menggunakan cara ini, kalau kita lihat salah satunya Sariwangi yang mendorong konsumen untuk minum Teh Malam Hari atau Menyikat Gigi setiap habis makan.
Terry Palmer dalam campaignnya menyampaikan bahwa bakteri di Handuk menggandakan diri setiap menit sehingga penting untuk kita rutin mencuci Handuk untuk menjaga kebersihan. Dibalik pesan kesehatan yang dibawa dalam campaign ini, kalau kita pikir baik - baik sebenarnya konsumen dihimbau untuk mencuci handuk lebih sering, dan anda pasti sudah tahu kelanjutannya apa yang akan terjadi kalau kita semakin sering mencucui handuk .......... handuk cepat berkurang warnanya ..... kelembutan handuk berkurang ..... dan kita akan beli lagi handuk baru.


Mempelajari kebiasaan konsumen dalam menggunakan produk yang kita pasarkan adalah salh satu bagian penting dalam menemukan ide promosi yang tepat untuk menaikkan penjualan. Mengamati cara pakai konsumen bisa meliputi kapan konsumen membeli, di mana mereka membeli, pada momen apa saja konsumen menggunakan produk kita, seberapa sering produk kita dipakai dalam periode waktu tertentu dan faktor apa yang dipertimbangkan konsumen untuk Membeli kembali produk kita.

8 Nov 2013

"Less Sugar" Marketing Strategy


 "Teh Kotak Less Sugar" saat melihat produk ini di salah satu shelfing display Indomaret, saya merasa tertarik untuk menuliskannya di blog ini. Saya sebut pengembangan produk dari PT. Ultra Jaya Milk Industry Tbk sebagai "Less Sugar Strategy". Memasarkan produk minuman less sugar sebenarnya sudah menjadi strategi yang banyak dilakukan para pelaku industri minuman akhir - akhir ini, tentunya ini merupakan respon terhadap tren "Health-conscious" yang ada di masyarakat. Health-conscious di benak pelanggan membuat aktifitas pembelian produk selalu melibatkan pertimbangan positif negatif terhadap kesehatan. Salah satu informasi yang membuat konsumen merasa cukup "cerdas" dan health-conscious saat membeli sebuah produk minuman adalah tulisan "Less Sugar" yang terpampang di packaging.


Gula merupakan salah satu kandungan minuman yang saat ini banyak dikurangi konsumsinya oleh konsumen yang peduli pada kesehatan. Seperti kita ketahui bahwa konsumsi gula berlebih bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup fatal. Dengan mengembangkan produk less sugar, produsen memenuhi harapan konsumen yang ingin mengurangi konsumsi gula dalam kesehariannya.



Strategi ini sejatinya sedikit berbeda dengan tren beberapa tahun lalu yang banyak dilakukan oleh banyak produsen minuman. Beberapa tahun lalu, strategi pengembangan produk yang sering digunakan adalah "50% lebih banyak".  Nah coba sekarang kita perhatikan packaging teh kotak yang reguler, warna kuning di atas packaging bertuliskan "50% Ekstra Gratis". 


Dari perspektif saya, ada beberapa hal yang ingin saya komentari, sbb :
  • Tanpa disadari, warna kuning di bagian atas packaging teh kotak sudah menjadi bagian penting dari keseluruhan desain. Oleh karena itu di produk baru yang baru dikembangkan harus tetap memiliki warna kuning sebagai identitiy nya.
  • Dari segi harga (yang saya amati di Indomaret) ternyata produk reguler dan less sugar di jual dengan harga yang sama. Jadi sebenarnya 50% ekstra gratis bukan strategi memberikan "extra value" untuk konsumen, namun merupakan startegi untuk menaikkan harga Teh kotak secara bertahap. Ada yang masih ingat ga setahun lalu teh kotak harganya berapa ? :)
  • Menjual produ less sugar sebenarnya lebih menguntungkan dibandingkan produk reguler (dengan asumsi harga sama) karena produk less sugar lebih hemat bahan baku gula sekitar 30%. :)
  • Di teh kotak reguler keterangan produk yang ditulis adalah "Teh Melati" namun di produk Less Sugar diganti menjadi "Minuman Teh Beraroma Melati" apakah artinya teh kotak memang bukan terbuat dari Teh melati asli namun hanya teh biasa yang diberi aroma melati ? atau gimana ya ?



Setelah mencoba produk Teh Kotak Less sugar, saya pribadi lebih suka yang less sugar dibandingkan yang reguler, ya selain saya juga sudah mulai sadar kesehatan sebenarnya rasa tehnya jadi lebih berasa dibandingkan teh kotak reguler.

Cara ini bisa juga kita terapkan pada bisnis produk makanan dan minuman apapun. Coba buat inovasi produk yang lebih less sugar namun rasanya juga tetap nikmat di lidah konsumen. Setelah itu, coba komunikasikan keunggulan inovasi tersebut untuk konsumen anda. Selain mengunggulkan less sugar, bisa juga diterapkan beberapa cara berikut :

  • Sugar Free
  • Low Calories
  • No Trans Fat
  • etc

24 Okt 2013

Melakukan Bisnis Ritel dengan Misi yang Jelas 7-Eleven Indonesia

Setiap bisnis yang ingin berkembang dengan pesat harus memiliki Misi yang jelas. Misi perusahaan menjadi langkah yang perlu diperhatikan untuk mencapai VISI besar. Beberapa waktu lalu saat saya mengunjungi salah satu gerai 7-Eleven di Jakarta, ada sebuah pigura kecil yang menarik dipasang di depan Meja Kasir. 

Pemandangan ini jujur baru pertama kali saya lihat di outlet retail yang ada di Indonesia. Pandangan saya langsung menelusuri baris demi baris tulisan itu untuk memahami apa Misi sebenarnya dari 7-Eleven Indonesia.
Misi - Menjadi Convenience Store yang dekat dengan costumer dan memenuhi kebutuhan mereka.
Di 7-Eleven Indonesia, tujuan dan misi kami adalah menawarkan produk dan layanan terbaik agar mempermudah pemenuhan kebutuhan hidup costumer melalui outlet kami setiap saat.
Seluruh karyawan dari Sales Associate sampai para manager, mulai dari pusat produksi, para pengemudi trusck, CDC (Combined Distribution Centers) sampai karyawan di SSC (Store Support Center), kami semua mendukung 7-Eleven untuk memastikan bahwa kami memenuhi kebutuhan customer dengan memberikan produk seperti rice bowl, sandwiches, fresh bakery, fried chicken, donut, dengan layanan yang terbaik, cepat dan mudah.
Sebelum membahas lebih dalam, saya mau sedikit mengkritik beberapa kesalahan tulis di Pigura itu (Manusia memang tidak lepas dari salah namun untuk dipasang di ratusan toko 7-Eleven butuh ketelitian lebih) : 'costumer', seharusnya customer | 'donut', seharusnya donat / doughnut.

Menurut saya bisnis retail merupakan bisnis yang harus mengutamakan layanan kepada pelanggan. Bisnis ritel bukan hanya soal mengurus stok gudang dan mendsiplay produk namun bagaiaman peritel bisa menyediakan produk melalui layanan yang unggul untuk pelanggannya. Misi perusahaan harus menjadi komitmen seluruh lapisan pegawai yang ada diperusahaan, mulai dari puncak pimpinan hingga tim toko yang melayani pelanggan.

7-Eleven ini membantu pelanggannya untuk mempermudah proses pemenuhan hidupnya. Untuk menjalankan misi tersebut, 7-Eleven perlu memperhatikan proses penerimaan barang dari Produsen, menyimpannya dengan rapih di gudang, mengirimkan dengan tepat waktu ke setiap outlet hingga mendisplay dengan teratur di rak pajang. Ujung terakhir dari penerapan Misi tersebut adalah produk yang dibutuhkan pelanggan sampai ke kantong belanja pelanggan dalam keadaan yang baik.

Dari pengalaman saya selama bekerja di dunia ritel, menyediakan layanan yang terbaik, cepat dan mudah menjadi tantangan terbesar. Seringkali Misi perusahaan merupakan mimpi dari eksekutif perusahaan yang ada di Kantor Pusat namun sayangnya mimpi tersebut tidak dimiliki oleh Para Pejuang di toko (Tim pramuniaga dan Kasir). Beda pemahaman antara eksekutif di Kantor dan para pekerja di Toko merupakan gap yang beresiko untuk mencapai Misi besar Perusahaan. 

Cara terbaik untuk bisa meraih MISI perusahaan, bukan saja melalui penetapan misi yang spesifik dan terukur namun juga adanya penyelarasan mimpi antara semua pihak yang terlibat dalam proses bisnis di Perusahaan. Mimpi yang selaras akan memberikan semangat dan komitmen yang selaras pula sehingga kemajuan perusahaan dan kepuasan pelanggan dapat tercapai.


22 Okt 2013

Ministop Indonesia : Penantang Baru dari Jepang

Ministop Convenience Store telah hadir di Jakarta - Indonesia. Ministop merupakan salah satu unggulan Convenience Store di Jepang, kehadirannya menjadikan Industri convenience store di Indonesia semakin seru. Beberapa pemain convenience store di Indonesia adalah : Indomaret Point, 7-Eleven, Familymart dan Circle K. Ministop sudah hadir di Jakarta sejak bulan Juni 2013 di Bintaro, namun baru saya bahas kali ini karena Tanggal 18 September 2013 kemarin baru saja dibuka Gerainya yang kedua di Jalan Barito 2 No.17 Jakarta Selatan.

Sebelum memberikan review, saya mau pastikan kita paham soal convenience store. Convenience store secara kasat mata tampak sama dengan Minimarket (Indomaret dan Alfamart) namun pada implementasinya convenience store lebih mirip sebuah Cafe shop dibandingkan Grocery shop. Karena di convenience store disediakan product - product makanan segar yang lebih banyak serta area duduk yang nyaman bagi pengunjungnya.

Ministop di Indonesia dibawa oleh PT Bahagia Niaga Lestari, yang merupakan anak perusahaan dari PT Supra Boga Lestari (RANC). PT. Supra Boga Lestari saat ini sudah memiliki jaringan ritel Ranch Market dan Farmers Market supermarkets di Indonesia.

Ministop menjadikan warna Kuning, Biru dan Orange sebagai brand colour identity nya. Saat masuk ke outletnya, saya sangat terkesan dengan interior yang mewah seperti Lantai Desain kayu yang membuat suasana hangat dan nyaman di dalam toko.



Dengan melihat lantai kayu seperti itu, hal pertama yang muncul di pikiran saya adalah "wah gimana caranya mereka masukkan barang ke gudang yah ? Pastinya lantai akan cepat rusak" . Suasana di dalam toko sangat nyaman dengan tersedianya area duduk yang nyaman. Bagi para perokok tidak perlu kuatir karena meja dan kursi juga tersedia di area luar toko :) Detail penting yang cukup diperhatikan oleh Ministop adalah tersedianya terminal listrik di setiap meja duduk di dalam toko. Sudah pasti Ministop tahu bahawa kebiasaan banyak orang saat ini sewaktu mampir untuk makan dan minum di area umum adalah sembari mengisi baterai Gadget mereka.

Saat menyusuri lorong rak produk, saya memperhatikan deretan rak berwarna Cokelat Tua yang digunakan di Ministop benar - benar menunjukkan kesan Premium Service yang tidak kita temukan di convenience store lainnya di Indonesia kecuali pada rak - rak milik Circle K. Di rak produk, saya menemukan sebuah kategori product baru yang didisplay di rak. Kategori produk tersebut berisi berbagai aksesoris pendukung untuk berbagai gadget anda seperti charger, kabel usb hingga headphone beraneka warna.



Kategori baru yang saya temukan juga di Ministop adalah kategori produk Nail Art, sejauh ini saya belum menemukan peritel di Indonesia yang khusus membuat kategori ini di toko mereka. Menurut saya kategori ini cocok untuk dimiliki Ministop karena karakter Jepang yang kental di toko ini serta target marketnya yang memang berorientasi pada Gaya Hidup anak mudah di Kota besar seperti Jakarta.


Tentunya setiap convenience store memiliki area yang berisi berbagai jenis minuman Ready To Drink. Saya menemukan proses penjualan yang sedikit berbeda dibandingkan convenience store yang ada di Indonesia. Di Ministop kita harus membayar dan memilih minuman lebih dulu di Kasir, kemudian kasir akan memberikan gelas kosong yang kemudian kita gunakan untuk mengambil minuman.






Sewaktu akan mengambil minuman saya tidak menemukan Ice Cube Dispenser dekat mesin minuman. Ternyata untuk mengambil Ice Cube kita harus minta lagi di Kasir. Sedikit merepotkan sih menurut saya bila dibandingkan dengan 7-Eleven, tapi mungkin itu SOP yang memang diibuat untuk mempermudah proses pengawasan stok dan penjualan di toko.



Tagline yang ditonjolkan oleh Ministop adalah "The Refreshment Station Near You" Jadi selain tempat dengan interior yang nyaman, minuman yang segar, tentunya Ministop juga menyediakan makan Ready To Eat yang beragam untuk konsumen.




Menurut saya untuk harga produk Ready To Eat yang disediakan tidak terlalu mahal bila dibandingkan dengan convenience store lain yang ada di Jakarta. Jangan ragu untuk meminta kasir menghangatkan makanan anda bila diinginkan.

Selain 2 Kategori Produk baru, saya juga menemukan 2 layanan yang berbeda di Ministop yaitu layanan Fotocopy serta Pengisian Pulsa Handphone Self Service.





Kalau melihat rak majalah di Ministop, masalah yang timbul hampir sama dengan 7-Eleven sewaktu pertama kali ada di Indonesia. Ministop menyediakan majalah dalam kondisi tidak terbungkus plastik. Akibatnya banyak orang yang membaca majalah tersebut kemudian meninggalkannya dalam kondisi yang acak - acakan.

Beberapa waktu sebelum meninggalkan outlet Ministop, akhirnya saya menemukan jawaban atas pertanyaan saya di awal tulisan ini mengenai lantai kayu yang dipakai di dalam toko. Ternyata Ministop memiliki pintu masuk khusus untuk memasukkan barang dari truk ke area gudang. Sejauh ini, saya belum melihat banyak convenience store yang memakai layout design seperti itu karena tentunya alasan optimalisasi lahan. 



Demikian beberapa hal yang saya amati dan dapat disharingkan dengan pembaca www.beanpedia.net semoga bermanfaat buat para pelaku ritel di Indonesia dalam mengembangkan Inovasi di dalam toko sehingga tetap mampu bersaing dengan Para Peritel kelas dunia. buat para pecinta kongkow" di Jakarta, tentunya ini bisa jadi salah satu alternatif baru untuk hangout di waktu - waktu santai.

16 Jul 2013

Analisis Fundamental - RH Liembono

Analisis Fundamental, bagi rekan - rekan yang ingin berinvestasi atau trading di pasar saham tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Analisis Fundamental dilakukan berdasarkan kondisi perusahaan sesuai dengan laporan keuangan yang dirilis setiap 3 bulan, untuk memperkirakan kondisi perusahaan di masa depan. Yang pastinya kita tahu bahwa kondisi perusahaan (LABA, HUTANG dan PENDAPATAN) akan sangat berpengaruh pada harga sebuah emiten saham.

Buku Analis Fundamental untuk pasar modal Indonesia ditulis oleh salah satu rekan saya RH Liembono . Oh ya sebelum saya melanjutkan, buku ini tidak bisa di dapatkan di toko buku tapi bisa langsung di Order ke penulisnya.

Yang mendorong saya membeli buku ini adalah rasa ingin tahu yang besar terhadap RH Liembono yang sudah berhasil Trading for Living dari pasar saham di Indonesia. Buku ini dibawakan dengan gaya bahasa yang sangat sederhana karena menggunakan ilustrasi yang mudah kita pahami dari kehidupan sehari - hari. Salah satu ilustrasi yang menarik bagi saya adalah saat RH Liembono menjelaskan konsep berpikir tentang bisnis saham dengan kisah dirinya berjualan Roti sewaktu SD !

Untuk memulai analisis fundamental, kita bisa mulai dari menganalisa sektor industri yang sedang mengalami Up Tren setiap tahunnya ini disebut dengan Analisa Makro Ekomomi. RH Liembono memberikan sedikit hints tentang indsutri yang menjadi tren sejak 2010 hingga tahun 2013. Salah satu industri yang terus mengalami pertumbuhan setiap tahun salah satunya adalah dari Produk Konsumsi seperti makana dan kebutuhan sehari - hari, tentunya hal tersebut di dorong oleh kebutuhan masyarakat yang terus bertumbuh oleh kenaikan populasi di Indonesia.

Dalam buku ini juga saya menemukan cara mudah untuk bisa menghitung Harga Wajar sebuah emiten saham (bukan murah atau tidak tapi wajar atau tidak wajar). Metode pengitungan yang digunakan menurut saya simpel dan bisa dilakukan orang awam sekalipun. Oh ya, RH Liembono punya website yang setiap hari memberikan kita update tentang saham di Indonesia www.BEI5000.com . ANWY, saya baru tahu kalau nama web itu merupakan keyakinan RH Liembono bahwa IHSG akan mencapai level 5000.

RH Liembono dalam bukunya juga menyampaikan beberapa gaya investasi yang menurut saya 'berbeda' dari kebanyakan analis pada umumnya. Beberapa tips menarik yang diberikan :
  • Teknik memilih kucing dalam karung
  • Membeli Saham gorengan untuk investasi jangka panjang
  • Tidak membeli saham Blue Chip saat pasar sedang dalam kondisi normal
  • Memilih emiten yang perusahaannya dapat mengendalikan harga jual produk nya sendiri.
Menurut saya buku ini cocok dibaca oleh para Investor pemula yang ingin belajar lebih dalam tentang pasar saham. Metode yang dipakai tidak rumit namun cukup komprhensif.

Bagian paling seru dari buku ini menurut saya adalah saat RH Liembono menceritakan behind the scene dari Trading for Living yang dijalani. Anda pasti akan takjub bagaimana RH Liembono bisa mendapatkan keuntungan dari Mengganti Bohlam Lampu, Mengatur Pemakaian Internet Hingga mengatur Sirkulasi udara di rumahnya.

Selamat Membaca.