My New Start Up : Kakanae Indonesia

Exclusively Craft some cools products for young generations. Colourful Cushions as lifestyle companions

Review Young on Top New Edition

Review buku Young On Top New Edition, 35 kunci sukses di usia muda. Buku yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa hingga eksekutif muda.

Review Make Today Count

12 Kunci Sukses untuk diterapkan setiap hari oleh John C Maxwell

Peritel baru dari Jepang

New hangout place in Jakarta.

Starter Minimart - Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya !

Perhatikan hal - hal detail untuk kenyamanan konsumen anda.

20 Agt 2014

Rainbow Loom Band - Akseoris Wajib Punya Buat yang Begaul

Rainbow Loom Band, ini mainan seru yang saya temukan akhir - akhir ini di Kantor. Saya baru tahu soal Loom Band ini dari teman" Ladies yang tiba" seru seru di ruangan kerja mereka sambil merangkai karet - karet warna warni jadi kreasi gelang yang keren keren. Begitu melihat gelang" karet tersebut saya langsung teringat prakarya di masa SD membuat gelang dari manik - manik dan nylon. 

Rainbow Loom Band adalah mainan kreasi gelang (Skill paling dasar, paling expert bisa dibuat baju bahkan boneka) yang diciptakan pada tahun 2011 oleh Cheong Choon . Cheong Choon membuat Loom Band setelah tertarik melihat anak kecil perempuan yang membuat gelang cantik dari karet gelang. Saat Cheong Choon coba membuat kreasi karet menjadi gelang, ternyata Cheong Choon kesulitan karena ukuran tangannya yang cukup besar sebagai orang dewasa. Seperti banyak dikatakan oleh banyak pebisnis sukses "When you face a problem, your solutions will turn into money", Cheong Choon kemudian coba membuat propotype "Loom" (Alat Sulam) untuk membantu dirinya membuat kreasi dari karet gelang. Setelah mempatenkan karya Loom Bandnya, Cheong Choon seperti membuka awal masa depannya sebagai miliuner dari karet gelang.



Di tahun 2013, semakin marak selebriti dan berbagai kreasi Loom Band yang muncul di dunia maya. Di indonesia, baru booming di awal tahun 2014 ini. Rainbow Loom Band terdiri dari perangkat sulam dan karet gelang berwarna warni. Di Internet kita akan bisa menemukan banyak sekali pengembangan kreasi dari Loom Band ini. Kalau tertarik mencoba bisa di lihat di sini 

Bagi seorang marketers, sudah wajib hukumnya kalau kita tidak boleh ketinggalan hal - hal yang sedang tren di kehidupan konsumen baik dari TV Show yang lagi digemari, Makanan" yang lagi hits, lagu, goyangan dangdut hingga ke permainan kecil seperti Loom Band ini. Menurut saya faktor utama yang membuat Loom Band digemari banyak orang adalah aktifitas menyulam yang dapat menghasilkan berbagai kreasi sesuai dengan kreatifitas setiap orang. Awalnya saya hanya tertarik untuk minta dibuatkan oleh teman, saya hanya ikut - ikutan dalam memilih warna dan kreasi polanya. Namun setelah mencoba sendiri melakukan Loom Band, dalam 2 ari saya sudah berhasil menyelesaikan 4 Gelang (Yeaaaaaaay !!!!!!) dan rasa ingin mencoba berbagai warna" dan kreasi lainnya semacam membuat "Ketagihan" untuk berkreasi. Pilihan patern dan warna Loom Band bisa dipadupadankan dengan Jam Tangan atau warna baju, nah berhubung harga jualnya yang tidak terlalu mahal, maka konsumen bisa menikmati kreasi tanpa batas dengan Loom Band Kit yang dimiliki.



Saya pikir Loom Band bisa menjadi media promosi / aktifitas yang menarik bagi Brand yang menargetkan pada kreatifitas anak  hingga brand yang masih related pada remaja putra / putri. Saya sempat mebayangkan, gimana kerennya kalau brand punya karet - karet warna warni yang identik dengan equity brandnya kemudian dibuatkan menjadi karet gelang untuk dipakai para konsumen loyalnya.

Salah satu outlet Premium Retail Groceries di Jakarta yang sudah menangkap peluang ini adalah Ranch market yang menyediakan Rak Khusus di dekat kasir untuk menjual perangkat lengkap Loom Band. Akan berapa lama tren ini bertahan ? Tidak ada seoarangpun yang akan tahu, karena itu segera pikirkan apa yang bisa anda manfaatkan dari tren ini untuk meningkatkan Brand Equity hingga meningkatkan penjualan produk anda. (Tentunya kita perlu selalu melihat korelasi tren dengan target market dan segmentasi produk kita. Ini Hal dasar, jangan dilupakan.)


19 Agt 2014

Nestle Pure Life Berganti Wajah

Siapa yang tidak tahu AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) Nestle Pure Life. Produk ini bisa kita temukan dengan mudah di berbagai jaringan ritel modern hingga tradisional sekalipun. Saya adalah salah satu konsumen Loyal (Karena saya konsumsi hampir setiap hari, saya merekomendasikan ke orang lain dan melakukan pembelian berulang) dari produk ini. Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, saya akan mampir ke Indomaret terdekat untuk beli 4 - 6 botol Nestle PureLIfe Ukuran 600 ml.

Meskipun Aqua adalah market leader di kategori AMDK, alasan saya lebih memilih Nestle PureLife karena saya suka dengan packaging bernuansa biru jernih yang kemudian membuat saya merasa air yang saya minum lebih murni dibandingkan kalau saya minum air yang lain. Ini adalah dampak yang banyak diharapkan oleh para marketers terhadap produknya, yaitu sensasi yang bisa dirasakan konsumen bahkan saat baru melihat packaging produk saja. Tapi memang kalau kita mau lebih dekat melihat, kedua AMDK ini punya positioning yang berbeda. Aqua memposisikan diri sebagai air minum yang menekankan pada sumber mata air yang Sehat dan Berkualitas, Nestle PureLife sebagai Air minum yang MURNI dan BEKUALITAS.

Tapi kali ini saya tidak sedang membahasa soal positioning keduanya namun mau menyampaikan kesedihan hati karena suatu pagi saya menemukan Wajah Nestle Pure Life Berubah. Tak tertahankan rasa terkejut dan sedikit sedih mengapa berubah packaging ? Meskipun tidak ada mengalami perubahan yang SANGAT BESAR, namun di mata konsumen loyal, sedikit perbedaan akan sangat berarti.


Coba kita lihat dari tampak wajah depan kedua botol in. Perubahan paling jelas bisa kita lihat dari :

1. Label Merek yang posisinya naik ke atas
2. Kontur botol yang berubah, di desain lama ada patern 3 manusia yang jadi salah satu icon nestle, digantikan dengan kontur garis biasa seperti AMDK pada umumnya, simbol 3 orang menjadi lebih kecil
3. Tutup botol yang jadi lebih tipis (Menyerupai ADES)

Dari tampak depan saya merasa kesan warna "Biru Bening" nya hilang. Itu yang buat saya sedih hahahahahaha :)



Dari Detail Label ada beberapa hal kecil yang juga berubah :
1. Warna Pink gambar 3 orang lebih kontras
2. Tulisan Murni Bekualitas jadi lebih tebal
3. Secara kseluruhan komposisi logo jadi lebih besar dibandingkan desain lama


Iseng iseng saya coba timbang dan ternyata botol yang sekarang lebih ringan dibandingkan dengan botol sebelumnya. Syukur saya Nestle tidak menjadi botol tipis seperi ADES. Pertanyaan yang kemudian muncul, emang apa pengaruhnya botol yang lebih ringan ? Jawabannya adalah EFISIENSI. Dengan botol lebih ringan berarti bahan baku lebih sedikit. Meskipun cuma berkurang 0,02 gram tapi coba kalau dikalikan dengan total nilai produksi, pastinya menunjukkan angka efisiensi yang luar biasa.

Jadi apa manfaat yang dapat diperoleh Brand dari merubah packaging ? Apa tantangannya ?

  1. Manfaat :
    1. Efisiensi produksi dalam hal ini PureLife menggunakan botol yang lebih ringan dan tutup yang lebih kecil. Hal ini berarti Nestle bisa mendapatkan Gross Margin lebih atau mensiasati kenaikan harga bahan baku agar harga jual ke konsumen tidak mengalami kenaikan
    2. Memperkuat Branding. Dengan Komposisi logo yang lebih besar dan tag line yang dipertebal akan membuat konsumen lebih sering memperhatikan brand Nestle. Yang menarik saya coba perhatikan alasan utama mengapa label merek Nestle dinaikkan ke atas adalah saat konsumen sedang memegang botol untuk diminum secara tidak sadar tangan konsumen akan menutupi label merek produk (Desain lama), tentunya kondisi ini tidak diinginkan oleh marketers manapun.
  2. Tantangan dalam melakukan perubahan packaging :
    1. Jangan sampai mengalami kenaikan harga tanpa adanya value added. Karena bila harga naik dari perubahan packaging, konsumen akan berpikir mereka menghabiskan uang mereka untuk membeli packaging anda, bukan fungsional produknya
    2. Jangan buat konsumen merasa kehilangan produk yang sudah mereka cintai. Kembali ke topik Loyal Customer, perubahan packaging bisa berdampak luar biasa. Usahakan perubahan tersebut dilakukan secara bertahap tanpa menghilangkan simbol - simbol inti yang sudah dikenal dan diterima konsumen selama ini. Intinya jangan sampai konsumen merasa produk ada sama sekali berbeda dari produk yang biasa dibeli.
    3. Komunikasikan dengan baik perubahan itu melalui channel" komunikasi anda sehingga konsumen tidak merasa ragu apakah ini perubahan yang legal / resmi dari brand ataukah ini produk peniru yang tiba" muncul. Untuk kondisi Nestle PureLife sendiri, sampai sejauh ini saya belum melihat ada komunikasi tentang perubahan desain ini, saya sampai sempat bertanya ke channle FB mereka apakah memang ini terjadi perubahan packaging ? Pengalaman saya di Indomaret saat AQUA berubah menjadi botol tanpa segel plastik, secara signifikan terjadi gejolak penjualan, untung saja AQUA cepat melakukan repsnd dengan print-ads dan hingga saat ini AQUA masih melakukan Iklan TVC untuk mengkomunikasikan perubahan tersebut.

26 Jun 2014

Tanah Ini Tidak Dijual !

Anda pasti sering melihat beberapa lokasi di pinggiran jalan, lokasi yang sangat PRIME dan selalu buat kita berpikir "Ya Ampun siapa yah yang punya tanah ini ?". Saya sering mengamati sebenarnya lokasi - lokasi tanah tersebut sudah memang ada sejak lama di area situ dan biasanya kita gak akan penasaran atau kita tidak akan mengomentari sampai ada tulisan "Tanah Ini TIDAK Dijual" atau 
"Tanah Milik ........ Tidak Dijual".

Saya tidak sedang mencoba berkomentar sebagai seorang ahli properti, hanya ingin berpendapat singkat dari kaca mata seorang marketers. Papan besar dengan tulisan di atas yang kita baca sebenarnya buat kita berpikir secara cepat (reaksi) dengan bertanya beberapa hal dalam benak kita :

  • Hah ? kan sekarang tanah mahal, kenapa gak mau dijual ?
  • Eh emang segede apa sih tanahnya ? kog ga mau di jual ?
  • Wih punya siapa yah ?
  • Cocoknya dibangun apa yah ?

Ini adalah pelajaran yang menarik bagi marketers. Semua pemilik brand pasti ingin orang bertanya - tanya tentang produknya, karena jauh sebelum sebuah aktifitas Membeli terjadi sebenarnya konsumen memulai semua nya dengan bertanya - tanya dalam hati tentang apa yang dibutuhkan dan apa yang dibutuhkannya untuk memenuhi hasrat dalam pikirannya. Kalimat - kalimat yang bernada negatif "Jangan" "Tidak" "Terbatas" seringkali bermanfaat positif bagi yang melakukan promosi karena kalimat - kalimat negatif sering membuat orang lebih mudah terpicu untuk menimbulkan penasaran kemudian pertanyaan hingga mendorong orang mencari tahu tentang sesuatu.

Saya tidak mengatakan bahwa kita akan tertarik untuk membeli tanah tersebuh hanya karena kata-kata yang ditulis di papan, namun yang bisa kita tarik kesimpulan adalah kata - kata yang bernada negatif dalam sebuah pengumuman (promosi dalam konteks pemasaran) bisa menarik perhatian orang - orang yang berlalu lalang. Minimal anda bisa buat mereka Aware kalau anda ada di situ.

Tanah TIdak Dijual Namun Ada Nama Pemilik dan Nomor Handphone nya :)
Tanah Tidak Di jual di daerah Mega Kuningan, jadi tempat makan kambing setiap hari
Saya yakin orang - orang yang awalnya tidak mencari tanah kemudian karena terpicu sama kata - kata dan luasnya daerah tersebut bisa saja menyebarkan ke orang lain. Kira - kira begini " Eh tuh di daerah tengah kota sana ada tanah luas banget, tapi kog ga di jual yah" dan kemudian info dari mulut ke mulut pun menyebar.

Apakah Momentum World Cup 2014 bermanfaat untuk semua Brand ?

GUE TENAAAAAAR .........! Ini pertama kalinya komentar saya bisa masuk di majalah nasional. Kesempatan pertama saya untuk berceloteh singkat di media cetak ternyata data dari Majalah Mix Marketing Communication - SWA Group. Sebenarnya kesempatan berceloteh itu datang dari salah satu milis Marketing yang saya baru saja ikuti beberapa bulan terakhir ini. Ya boleh dibilang beruntung lah ya meskipun baru nampang di kolom komentar.

Tulisan kali ini adalah versi panjang dari komnetar saya mengenai Marketing dan Momen World Cup 2014 yang sedang hangat akhir-akhir ini (di samping isu pilpres 2014). Di versi cetak komentar saya memang sudah sedikit dipendekkan tanpa mengurangi makna dari keseluruhan komntar saya, karena memang majalah punya space yang terbatas. Jadi inilah versi lengkap dari komentar saya :

Piala Dunia 2014 merupakan momentum yang dinantikan bukan hanya oleh pecinta sepak bola saja namun oleh seluruh penduduk bumi. Serunya penantian selama 4 tahun bahkan sudah dimulai sejak berakhirnya pertandingan Final Spanyol VS Belanda di tahun 2010. Berbagai berita tentang persiapan World Cup di tahun 2014 sudah menjadi topik utama dalam benak masyarakat hingga perhelatan besar ini dimulai.

Tentunya para pemilik brand tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkan momen Piala Dunia sebagai materi komunikasi untuk semakin dekat dengan konsumennya, atau bahkan bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan konsumen baru melalui event dan promosi yang bertemakan sepak bola. Memanfaatkan Piala Dunia sebagai momentum pemasaran merupakan cara yang tepat untuk bisa berkomunikasi dengan konsumen secara relevan. Relevan karena ini merupakan topik hangat yang memang sedang ada di benak seluruh konsumen. Dibandingkan kita menggelontorkan dana luar biasa dengan materi kreatif lainnya yang pada akhirnya tidak akan mendapat tempat dibenak konsumen, memanfaatkan Piala Dunia merupakan strategi yang baik untuk dieksekusi.

Meskipun PIala Dunia bisa menjadi materi pemasaran yang relevan dalam waktu dekat ini, tidak berarti semua brand perlu melakukan promosi bertemakan Piala Dunia. Pemilik Brand tetap perlu mempertimbangkan kembali siapa Target Konsumen mereka dan personality apa yang dimiliki oleh brand nya. Meski dengan membuat berbagai merchandise ber tema Piala Dunia bisa jadi meningkatkan penjualan produk anda, namun sebagai markters yang smart kita wajib mempertimbangkan apakah pemilihan strategi promosi tersebut akan mampu meningkatkan ekuitas brand kita atau tidak. Menurut saya brand yang cocok untuk ikut serta dalam event seperti ini adalah yang target konsumennya di dominasi pria (dewasa maupun anak- anak), produk yang personality nya berhubungan dengan kesegaran, semangat dan kompetisi.

Salah Satu brand yang menurut saya melakukan eksekusi promosi bertema Piala Dunia adalah brand milik PT Tirta Investama yaitu MIZONE. Mizone merupakan produk yang cocok untuk world cup karena personalitynya erat dengan SEMANGAT ! Produk Minuman Isotonik ini bahkan sudah memulai Program marketing nya bertajuk ”Brazil Semangatnya Nendang Hadiahnya” sejak awal tahun 2014. Aktifitas promosi Mizone dengan memanfaatkan euforia Piala Dunia 2014, tidak hanya berhenti pada Program Undian Berhadiah saja, namun dilanjutkan juga dengan Special Design untuk salah satu product Terbarunya Mizone COCOPINA. Botol Mizone COCOPINA di desain dengan tema sepakbola dan brazil dengan warna warni yang semarak sesuai dengan personality Semangat yang Nendang untuk konsumennya. Komunikasi Mizone juga berlanjut hingga di media sosialnya (Akun Twitter @MizoneID) yang melakukan live tweet saat pertandingan Piala Dunia 2014 berlangsung dengan Visual Grafis yang sesuai dengan tim yang sedang bertanding.

Memanfaatkan momentum memang merupakan hal yang perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan relevansi momentum terhadap target market dan brand personlity anda. Inti dari semua aktifitas pemasaran adalah berkomunikasi dengan konsumen anda melalui momen - momen yang relevan baik terhadap konsumen dan juga produk anda.

24 Apr 2014

Failing Forward - John C Maxwell

Hai Sahabat ! Saya kembali ingin berbagi mengenai pelajaran berharga yang saya dapatkan dari buku Failing Forward karya Leadership Guru John C Maxwell. Buku kali ini tidak bicara secara langsung mengenai kepemimpinan namun membahas hal yang paling sering kita coba untuk hindari dalam hidup ini yaitu KEGAGALAN ! Setiap orang yang Sukses (pada akhirnya) tidak pernah berhenti berusaha saat mengalami kegagalan (dalam prosesnya).


Saya tidak percaya pada nasib yang menimpa manusia karena perbuatannya; namun saya percaya pada nasib yang akan menimpa manusia jika tidak bertindak
- G. K. Chesterton -

Semua orang di dunia ini pasti suka pada KESUKSESAN ! Meskipun KEGAGALAN tidak disukai banyak orang namun kegagalan sesungguhnya lebih sering terjadi dibandingkan kesuksesan. Setuju ?
Saya belajar dari buku ini mindset untuk menerima kegagalan sebagai hal yang biasa terjadi dalam hidup, sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya dan berjalan terus maju berbekal pelajaran yang berharga dari kegagalan. Banyak orang yang saat mengalami kegagalan justru membangun monumen indah dan menjagai mengagumi dan melihat terus monumen kegagalannya hingga lupa kalau tujuan perjalanannya dalah kesuksesan diujung sana.

Banyak orang gagal karena menyerah tanpa meyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan
- Thomas Edison -

Kegagalan seharusnya dilihat sebagai kejadian biasa seperti matahari terbit dan rasa lapar diperut bukan seperti gunung meletus atau banjir tsunami. Bagaimana kita memandang kegagalan dalam hidup akan menentukan repon apa yang akan kita berikan pada dunia. Kegagalan berdiri di jalan kita menuju kesuksesan, bila kita menyerah saat bertemu satu kegagalan, sudah pasti kita tidak akan menikmati kesuksesan yang kita harapkan.

Cerita yang paling saya nikmati dalam buku ini adalah kisah Sir Josep Lister. Lister adalah dokter yang menemukan cairan antiseptik yang saat ini digunakan oleh semua ahli kesehatan di seluruh dunia untuk membersihkan luka dan peralatan operasi. Sebelum merealisasikan idenya tentang Antiseptik, Lister mendapatkan banyak sekali penolakan yang bahkan harus membuat Lister kehilangan karirnya. Namun Lister TIDAK MENYERAH ! Bayangkan saja berapa banyak nyawa yang bisa hilang akibat infeksi dimeja operasi bila Lister memutuskan untuk menyerah dalam perjalanan nya menemukan Kesuksesan Antiseptik.

Dalam kenyataan hidup saya dan sahabat semua pasti pernah melakukan kesalahan dalam keputusan maupun tindakan, kegagalan pasti pernah dialami namun tidak berarti kita adalah orang gagal (bila kita tidak menyerah). Jika dirata - rata, para pengusaha gagal sebanyak 3,8 kali sebelum akhirnya berhasil dengan usahanya. Respon yang salah pada Kegagalan, akan membuat anda terjebak dalam siklus ketakutan hingga tidak akan maju untuk menyambut kesuksesan.

Siklus Ketakuran Menghentikan Kemajuan

Saat menulis tulisan ini sayapun belajar pentingnya "Jangan Menyerah" Tulisan yang sahabat baca saat ini adalah tulisan kedua, tulisan pertama hilang karena jaringan internet yang lambat. Saya sempat berteriak dalam hati karena kesal dengan tulisan panjang yang sudah saya buat sebelumnya namun saya tidak menyerah dan kemudian menulis lagi versi yang saat ini sahabat baca.

90 persen dari mereka yang gagal sebenarnya belum kalah, Mereka hanya menyerah.
- Paul J. Meyer -

Dalam buku ini John C Maxwell membagikan 15 langkah untuk mengubah kegagalan menjadi batu loncatan. yang menarik adalah "Kelemahan Diri" justru diletakkan di urutan ke 13, poin - poin awal justru bicara tentang mindset yang seharusnya kita pakai saat menghadapi kegagalan. Membaca buku ini membuat saya mengganti kacamata saya dalam melihat kegagalan dan menurut saya resiko gagal tidak akan lagi saya hindari dalam hidup ini, saya akan terus maju dan menghadapi kegagalan dengan gagah berani karena saya tahu tujuan akhirnya dalah KESUKSESAN.

17 Mar 2014

Saham Pilihan Terbaik Investasi 2014 di Indonesia

Indonesia menunjukkan indikator pertumbuhan yang cukup baik di tahun 2013. Sudah waktunya kita mempersiapkan rencana investasi yang lebih gencar di tahun 2014 ini. Meskipun kita tetap perlu waspada pada gejolak Pemilu Presiden di Indonesia yang akan berlangsung pada 9 Juli 2014. Untuk tahun 2014, saya sendiri berminat pada saham - saham dari sektor Consumer Goods, Infrastruktur, Properti dan Sektor pendukung Properti. Alasan saya sederhana karena meningkatnya segmen kelas menengah dan Nilai Tukar Rupiah terhadap dollar yang mulai menunjukkan penguatan bertahap akhir - akhir ini.

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan informasi yang menarik dari Majalah Investor Januari 2014 yang memberikan rekomendasi 10 Saham pilihan untuk investasi 2014. Materi di majalah tersebut merupakan kompilasi dari rekomendasi sejumlah perusahaan sekuritas. Semoga bisa menjadi informasi yang bermanfaat buat sahabat semua.

Ada 2 Isu yang berkaitan dengan bisnis PGN yaitu kebijakan Open Access (Peluang bisnis terbuka bagi pihak swata), serta rencana Pertamina mengakusisi PGN. Berita baiknya adalah kebutuhan pasar terhadap Gas sebagai sumber energi semakin meningkat ditambah lagi rencana pemerintah untuk mengkonversi BBM menjadi Gas.

Telkom di tahun 2013 telah berhasil melakukan ekspansi bisnis ke Mancanegara, dari target 10 Negara sudah tercapai 8 negara dan tersisa 2 negara yang akan menjadi fokus di tahun 2014. Telkom memilih negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta negara yang menjadi tujuan dari Turis Indonesia. Melalui bisnisnya Telkomsel, Telkom juga mengalami pertumbuhan bisnis yang signifikan karena meningkatnya jumlah pelanggan khususnya pelanggan data bergerak. Ya kalau kita tambah banyak yang melek teknologi, pakai smartphone, internetan dan Social media pastinya akan memberikan pertumbuhan yang positif bagi perusahaan ini.

Beberapa Mega Proyek yang akan ditangani oleh Adhi Karya kedepannya adalah : Proyek Monorel Jakarta Link Transportation (JLT) yang menghubungkan Bekasi Timur - Cawang - Kuningan - Cibubur pada tahun 2015, Proyek Monorel Automatic People Mover System (APMS) yang akan memudahkan transportasi antara Bandara Internasional Soekarno-Hatta 1 sampai terminal 3, Proyek automatic container tranportation (ACT) di Pelabuhan Tanjung Priok Surabaya.

Meskpun di tahun 2013 harga CPO merosot jauh, pada Q4 2013 harga CPO mulai menunjukkan kenaikan yang didorong oleh perbaikan ekonomi China dan India yang merupakan importir terbesar CPO dari Indonesia. Pada tahun ini prospek kenaikan harga diprediksi akan semakin baik karena spekulasi cuaca hujan yang cukup panjang di Indonesia dan Malaysia akan mempengaruhi jumlah pasokan CPO, jumlah kebutuhan yang meningkat serta pelua CPO untuk dikembangkan lebih banyak lagi sebagai Biofuel.

Wika melakukan berbagai diversifikasi bisnis seperti properti, beto pracetak, minyak, gas hingga fabrikasi baja. Kesemuanya itu dilakukan agar perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada proyek Pemerintah semata. Masih banyak proyek besar yang akan ditangani WIKA di tahun 2014, salah satunya adalah pembangunan Jakarta Mass Rapid Transit (MRT).

Siapakah yang masih meragukan performa penjualan perusahaan ini ? Boleh dibilang Indofood adalah perusahaan makanan terbesar di Indonesia dengan berbagai brand besar yang dimilikinya. Selama 2013 hingga awal tahun ini Indofood melakukan banyak aktifitas akusisi diantara mengakusisi Perusahaan pemiliki Pepsi Cola serta Air minum Club. Melakukan Joint Venture dengan perusahaan minuman raksasa asal Jepang Asahi Group Holdings yang telah meluncurkan produk pertamanya yaitu Minuman Teh Hijau Ichi Ocha. Indofoo tampak agresif untuk masuk ke industri minuman sebagai langkah melengkapi bisnis makanan dan meningkatkan penjualannya dengan jaringan distribusi kuat yang telah terbangun. Saham ini sangat baik untuk disimpan jangka panjang.

Jasa Marga di tahun ini berencana menambah 5 Ruas Jalan Tol Baru yaitu JORR W2 Utara, Bogor Ring Road, Semarang - Solo, Gempol Pandaan dan Gempol Pasuruan. Selain itu perusahaan juga telah melakukan penyesuaian tarif dibeberapa ruas jalan tol di Jakarta yang dikelolannya.

Kalau sebelumnya sahabat akrab dengan Nama Semen Gresik, mulai Januari 2013 Semen Gresik sudah beralih nama menjadi Semen Indonesia. Ini merupakan langkah awal ekpansi yang besar sesuai dengan perencanaan perusahaan. Salah satu aktifitas penting yang baru saja dilakukan adalah mengakusisi 70% Saham perusahaan Semen dari Vietnam, Thang Long Cement. Tentunya akusisi tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi Semen Indonesia untuk melaksanakan MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Eknonomi Indonesia) dari pemerintah.

Kalbe Farma sangat terpengaruh oleh melemahnya rupiah di Tahun 2013 karena sebagian besar bahan baku untuk pembuatan obat - obatan masih berasal dari impor. Di tahun ini, Kalbe Farma berusaha mensiasati pertumbuhan bisnisnya dengan menjual produk - produk ternamnya seperti Extra Joss, Diabetasol, Zee, Biskuit Milna, Mixagrip dan Woods ke negara - negara tetangga. Perusahaan juga mengembangkan berbagai benefit yang baik untuk konsumen dalam Negeri seperti kartu Kalbe Family dan gerai Kal Care yang bisa ditemukan di beberapa Mall besar di Jakarta.

Indofood melakukan ekspansi pasar lewat akusisi 63,35% Saham Minzhong Food Corporation China untuk memperbesar perkembangan bisnisnya di China, mengakusisi Saham Pabrik Gula Companhia Minerja de Acucar el al-cool Partipaccoes di Brazil. Indofood juga sedang membangun pabrik Mi Instan di Serbia.

Demikian 10 Saham yang direkomendasi dari Majalh Investor 2014, menurut saya semua analisanya punya alasan Fundamental yang kuat, pilihlah yang sesuai dengan karakter investasi anda masing - masing. Happy Trading, Happy Invest Happy Cuan.

13 Mar 2014

How Successful People Lead - John C Maxwell

Buku ini saya dapatkan langsung dari Editornya Selviya Hanna (Profesional Editor dan Penterjemah) yang sangat mengerti kesukaan saya terhadap buku - buku cetakan MIC Publishing bertema Kepemimpinan. Salah satu hal kecil yang saya suka dari buku - buku John C Maxwell cetakan MIC Publishing adalah ukurannya yang tidak terlalu besar untuk bisa dibawa kemana - mana, harap maklum bagi pembaca pemula seperti saya belum mampu melahap satu buku dalam waktu satu hari. Kira - kira saya butuh sebulan untuk menyelesaikan buku setebal 240an halaman ini. Sesungguhnya saya menikmati berlama - lama membaca buku ini bukan karena sedang malas membaca tapi menurut saya buku - buku kepemimpinan seperti ini perlu dibaca perlahan agar kita mendapatkan pemahaman yang bertahap hingga puncaknya di halaman terakhir.

Anda pasti sudah tahu benar bahwa John C Maxwell selalu bicara tentang kepemimpinan yang diwujudkan dalam pengaruh terhadapan orang lain dan organisasi. Faktanya dalam pribadi setiap pemimpin ada level pengaruh yang berbeda - beda. Dalam buku ini dipaparkan 5 Level Kepemimpinan yang bisa anda pelajari, pastinya kita perlu memulai dengan memahami saat ini kita berada di level kepemimpinan yang mana.

Level Kepemimpinan yang dijelaskan John C Maxwell melalui buku ini terdiri dari :

1. Jabatan
Di level ini seorang pemimpin mengandalkan jabatan dan hak  yang dimiliki untuk bisa mempengaruhi orang lain adalah jabatan yang dimiliki. Bagian terbaik yang benar - benar menjadi pembelajaran saya adalah "Untuk menggerakkan orang lain, Pemimpin (dilevel ini) lebih banyak memberikan PERINTAH dibandingkan TELADAN"

2. Perkenanan
Membangun Hubungan ! Itulah kekuatan dari Level ke 2. Pemimpin mendapatkan perkenanan dari hubungan yang dibangun dengan orang lain. Pengikutnya akan melakukan apa yang diarahkan pemimpin karena mereka ingin melakukannya. Kunci membangun hubungan yang baik adalah keterbukaan untuk berkomunikasi. Ambil waktu untuk berinteraksi dan mengenal setiap orang dalam organisasi anda. Di level ini pemimpin perlu menginvestasikan waktu dan energinya untuk mengenal setiap orang lebih dalam, apa saja potensi mereka ? apa yang jadi mimpi mereka ? 

3. Produktivitas
Membangun hubungan yang baik dengan tim tidaklah cukup untuk membuat pemimpin memperluas pengaruhnya. Setiap pemimpin organisasi harus menunjukkan produktivitasnya dalam bekerja. Pemimpin perlu menunjukkan hasil nyata dari kerjanya sebagai kontribusi kepada Organisasi. Pemimpin yang produtif akan menjadi teladan untuk mendorong anggota tim menjadi orang - orang yang produktif juga. Dilevel ini pemimpin akan ditantang untuk menerima tekanan yang cukup berat, mengambil keputusan - keputusan yang sulit namun itu semua akan menghasilkan kepercayaan dari seluruh tim.

4. Mengembangkan Orang Lain
Level ini boleh saya bilang mendekati "Great Leader"  tidak banyak pemimpin yang berhasil ada di level ini. Pada level ke-empat, seorang pemimpin tidak lagi banyak berbicara atau memperhatikan dirinya sendiri karena fokusnya di level ini adalah mengembangka orang lain menjadi pemimpin. John C Maxwell mengatakan bahwa Pemimpin adalah orang yang berhasil menghasilkan pemimpin lainnya. Anda tidak bisa menjadi orang yang egois dan menganggap orang lain sebagai ancaman bagi posisi anda. Kalau anda masih lebih memilih mengerjakan segala sesuatu sendiri dengan pertimbangan lebih mudah dari pada melibatkan orang lain, artinya anda belum sampai di level ini. Keberhasilan setiap pemimpin di level 4 adalah keberhasilan yang melibatkan banyak sekali orang, bukan keberhasilan "one man show".

5. Puncak
Saya terpesona dengan gambaran John C Maxwell tentang pemimpin di level 5. Sungguh Luar Biasa !! Kepemimpinan bukan lagi peran yang dilakukan seseorang namun kepemimpinan adalah Jati diri orang itu. Semua pengikut mengikuti arahan pemimpin dilevel ini karena Jati Diri Pemimpin itu sendiri. Pemimpin di level ini punya kemampuan untuk memimpin organisasi lintas bidang serta selalu menjadi sumber pertimbangan untuk keputusan - keputusan strategis. Anda akan bisa berada di level ini bila anda mampu membimbing orang - orang hingga mencapai level 4.

Dalam buku ini John C Maxwell juga menyampaikan sisi negatif dan positif dari setiap Level Kepemimpinan, dari situ anda akan belajar hal positif apa yang perlu anda kerjakan dan hal - hal negatif yang perlu anda perhatikan. Saya belajar banyak hal dalam buku ini, dalam hati saya punya kerinduan untuk suatu saat nanti bisa mencapai level puncak kepemimpinan. Mari Bertumbuh bersama ...

11 Mar 2014

Terminal 2 Surabaya - Starter Minimart

Terminal 2 Juanda Surabaya yang baru saja beroperasi 14 Februari 2014 lalu, mempertemukan saya dengan minimarket baru yang memang kali ini saya lihat ada di INDONESIA. Saya akan berkomentar sebagai materi pembelajaran bersama para pecinta ritel. Sekilas tulisan kali ini banyak memuat krtitik karena sejujurnya saya menemukan banyak sekali masalah kecil yang muncul di toko ini. Penyebab utamanya sudah pasti alasan klasik "Karena Outletnya baru saja dibuka". Meski demikian sebagai pecinta ritel yang mengenal slogan "Retail is Detail" maka seharusnya masalah apapun perlu diselesaikan tanpa banyak alasan.

Starter Minimart "Your Local Global Store" - outlet ritel ini berada di area dalam bandara Juanda - Terminal 2 Surabaya. Sewaktu saya keluar dari area Kedatangan, mata saya langsung tertuju pada outlet yang cukup lebar dengan warna dominan hijau dan ungu. Muncullah rasa penasaran yang dalam "Dari manakah asalnya peritel ini ?" sebuah banner menyambut rasa penasaran saya dengan informasi bahwa Starter Minimart.
Starter Minimart telah Melayani lebih dari 50 juta konsumen per tahun di 15 Bandara dan 7 Negara (India, Brasil, Polandia, Abu Dhabi, Malaysia, Kortarika dan kini Indonesia)
Dan kemudian saya lanjutkan dengan pencarian informasi di Google, namun ternyata tidak menghasilkan apa - apa. Jadi kalau ada para pembaca yang memang sudah pernah mengetahui tentang Starter Minimart, silahkan berikan masukan.

Saat memasuki area Starter Minimart, saya lebih merasa ada didalam sebuat Convenience Store dibandingkan sebuah minimarket. Range product yang disediakan lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan personal untuk bepergian dibandingkan dengan kebutuhan rumah tangga di Indonesia pada umumnya. Tersedia juga sitting area dan Coffee corner yang biasanya ditemukan di convenience store seperti Indomaret Point dan 7-11. Saya masuk tanpa menerima sapaan apapun dari pegawai toko yang menggunakan seragam kaos berwarna hijau dan bercelana jins hitam. Sebenarnya saya berharap menerima sapaan dalam bahasa Inggris atau setidaknya selamat siang dan selamat tiba di Kota Surabaya. Menyapa konsumen merupakan aktifitas sederhana yang penting. Menyapa konsumen berarti kita memberikan tanda pada konsumen bahwa kita siap untuk melayani mereka serta memberikan penghormatan yang pantas untuk kedatangan mereka ke toko kita. Ada pula beberapa peritel yang menggunakan moment sapaan sebagai aktifitas branding dengan menyebutkan nama tokonya seperti "Welcome to Wakai" atau "Selamat datang di Indomaret, selamat belanja".


Di belakang meja Kasir, terpasang tagline standar pelayanan yang sangat baik menurut saya, mungkin karena posisinya lebih mudah dibaca oleh konsumen dibandingkan oleh pelayan toko, maka penerapan standar pelayanan yang baik masih sulit ditemukan di toko ini. Saya berkeliling melihat - lihat isi toko. Dari segi penataan produk agak terasa aneh karena produk - produk snack and beverages justru diletakkan di area dekat kasir dan produk - produk mainan dan aksesoris justru diletakkan di bagian dalam toko. Mengapa saya katakan aneh karena disebagian besar minimarket di Indonesia, produk makanan biasanya ada di area kiri, produk bukan makanan biasanya di area sebelah kanan saat anda akan masuk ke sebuah toko (nanti sehabis kerja coba mampir ke minimarket terdekat dan perhatikan). Produk makanan dan minuman merupakan kategori produk dengan penjualan terbesar dihampir semua toko, oleh karena itu kategori ini biasanya dipakai untuk menarik konsumen untuk masuk ke area toko yang lebih dalam, dengan harapan disepanjang perjalanan konsumen mencari makanan dan minuman akan terjadi impulse buying pada kategori produk lainnya.

Mengelilingi semua rak display yang ada di dalam Starter Minimart ada beberapa detil kecil yang bisa menjadi pembelajaran kita bersama. Saya akan menampilkan beberapa foto yang bila anda jeli melihat, pasti akan menemukan detil display yang tidak sesuai. Ingat, bisnis ritel adalah showcase untuk menciptakan penjualan. Penataan display yang tidak rapih bisa jadi menyebabkan penjualan tidak terjadi di toko anda.

Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 1

Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 2

Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 3

Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 4


1. Display produk tanpa label Harga. (Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 1)
Saat anda mencoba berpikir sebagai konsumen, saya yakin sebagian besar dari kita (sebagai konsumen) akan batal membeli sebuah barang (dalam kondisi tidak mendesak kebutuhannya) karena tidak ada label harga yang terpasang. Mengapa pembelian bisa tidak terjadi ? karena pembeli kuatir harganya bisa terlalu mahal, atau pembeli malu/sungkan untuk bertanya pada pelayan toko. Display produk tanpa label harga juga bisa memberikan kesan anda tidak transparan dalam berjualan, bagaimana bisa perkiraan harga konsumen dan harga yang kemudiaan muncul di toko anda nantinya jauh berbeda (lebih mahal) ?

2. Display produk perlu memperhatikan Brand (Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 1)
Coba perhatikan bagian bawah gambar di area baris terbawah dari cooler. Ada beberapa botol dengan tutup warna biru, apakah kira - kira anda tahu produk dari Brand apakah itu ? Tanpa perlu saya jelaskan lebih lanjut, itu adalah salah satu brand yang mampu menciptakan sales yang cukup baik untuk setiap toko dan produk itu pasti dicari oleh banyak konsumen yang masuk ke minimarket. 
Lihat juga cara Starter Minimart mendisplay Produk Beng - Beng Maxx. Saya langsung merasa masuk ke toko grosir tradisional dengan penataan yang sangat tidak rapih. Penataan produk yang baik perlu memperhatikan penyajian brand di mata konsumen, pengaruh brand terhadap pembelian sebuah produk sangatlah besar dan pemilik brand sendiri sudah berinvestasi sangat besar untuk menarik konsumen untuk membeli produk tersebut di toko anda.

3. Pilihlah Kategori sesuai dengan konsumen anda (Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 1 & 2)
Saya bertanya - tanya dalam hati, apakah memang banyak orang yang mencari Minuman Keras Bir sebelum berangkat naik pesawat ? Sedikit informasi penting bagi para peritel, saat anda menjual minuman keras di Toko anda pasanglah informasi "+18" yang berarti hanya konsumen berusia di atas 18 tahun yang boleh membeli produk tersebut. Saya justru merasa kesulitan menemukan produk air mineral yang saya butuhkan karena selama di pesawat saya kehausan :P Sebagai informasi tambahan buat pembaca, Terminal 2 di Bandara Juanda Surabaya hanya digunakan untuk International Fligth dan Domestic Fligth (Air Asia dan Garuda Indonesia)

4. Displaylah sesuai dengan informasi pada Rak (Kesalahan Display Gerai Ritel - Starter Minimart 3 & 4)
Saat mengambil kedua gambar di atas, saya terkejut karena kesalahan ini bisa sampai terjadi di Global Store. Saya kemudian berpikir, artinya toko ini berencana menjual cukup banyak buku, mungkin konsep besarnya adalah menggabungkan Circle K, Keris Galery dan Periplus Bookstore yang biasanya ada di setiap Bandara di Indonesia.

Coffee Corner - Starter Minimart Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya
Area coffee corner ini bisa anda temukan di sudut dalam toko. Saya menemukan area ini kotor dan tidak tertata rapih. Meskipun belum menjual produk makanan RTE (Ready to Eat) yang bisa langsung dipanaskan dengan microwave, Starter Minimart sudah menyiapkan perangkat yang cukup lengkap di Area ini. Di indonesia, hampir semua convenience store memiliki corner seperti ini, yang penting diperhatikan adalah bagaimana menjaga kebersihan area ini karena anda tahu kebiasaan "Buanglah sampah pada tempatnya" belum diterapkan banyak orang di negeri ini. Untuk penggunaan microwave sebaiknya memilih merek microwave yang tidak terlalu rumit tombolnya serta berikan petunjuk yang jelas mengenai cara pemakaian serta berapa lama makanan harus dipanaskan (setiap makanan punya waktu yang berbeda). Ada beberap konsumen yang saya temui tidak tertarik mencoba makanan RTE karena takut/tidak bisa menggunakan microwave.

Sitting Area untuk Dewasa dan Anak - Starter Minimart Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya

Salah satu area yang menarik untuk saya perhatikan adalah sitting area untuk anak, saya rasa anak - anak merupakan salah satu target market dari Starter Minimart  karena saya menemukan banyak produk mainan yang dijual serta sitting area yang berisi Mainan Lego. Menarget anak - anak merupakan salah satu pilihan strategis yang tepat, anak - anak mungkin bukanlah decision maker dalam pembelian namun mereka merupakan influencer yang sangat kuat terhadapa orang tua. Sedikit saja kritik saya mengenai sitting area ini adalah mengapa diletakkan dekat dengan freezer ? Apakah semata - mata bertujuan menarik perhatian anak dengan Ice Cream ?

Untuk area bermain anak - anak yang pastinya punya rasa ingin tahu yang besar, sebaiknya kita memperhatikan faktor - faktor keamanan. Karena di area freezer ada resiko suhu yang terlalu dingin saat ada konsumen membuka freezer, area belakang freezer yang panas, resiko buka tutup pintu freezer dan pastinya tombol - tombol listrik pengatur lampu dan suhu juga akan bisa beresiko pada anak - anak.

Produk Khas Indoneisa

Sejenak saya berpikir, selain mengkritik hal - hal yang menurut saya kurang tepat di toko ini, apa yang bisa saya kembangkan seandainya saya mengoperasikan Starter Minimart. Saya punya beberapa ide seperti : 
  • Target Market : Kids and Adults
  • Environtment : Airport (departure and arrival) for International Fligth
  • Kategori produk yang dijual : 
    • Communication (kartu perdana handphone, headset, charger, etc)
    • Traveling Kit ( Penutup Mata, Gembok koper, Foldable Bag, etc)
    • Imported Snack berukuran Kecil untuk target anak - anak
    • Souvenir khas surabaya (tema bonek, suro dan boyo, dsb)
  • Layanan yang akan diberikan :
    • Money Changer
    • Partnership dengan biro wisata untuk penjualan hotel dan wisata lokal surabaya
    • Area Khusus di toko untuk meletakkan koper atau troly barang agar nyaman saat berbelanja di dalam toko
    • Internet Cafe, Printing and Scanning

Setelah berkeliling cukup lama dan tergelitik dengan berbagai keadaan yang saya temukan, akhirnya saya berjalan mendekati area kasir. Area Kasir merupakan area paling krusial dalam proses belanja. Saat konsumen anda ada di area display produk upayakan agar mereka berlama - lama hingga semakin banyak produk yang dilihat dan teratarik untuk membeli, saat konsumen masuk ke area kasir layani mereka dengan sigap agar mereka segera meninggalkan toko anda karena tidak banyak konsumen yang suka mengantri :P.

Di meja Kasir saya menemukan penggunaan perangkat komputer yang agak tidak biasa. Starter Minimart menggunakan Desktop All in One Lenovo dan Printer Thermal Epson. Yang menurut saya tidak biasa bukanlah pilihan perangkat yang canggih namun, ukuran monitor yang kira - kira mencapai 23 inch monitor. Saya merasa dengan perangkat sebesar itu memang akan memudahkan kasir dalam melihat angka penjualan dan harga, namun akan mengurangi interaksi dengan konsumen karena yang akan terjadi di meja kasir adalah seperti ini : 

Pemilhan Perangkat yang terlalu besar mengurangi interaksi Kasir - Konsumen

Saya juga merasa agak bingung, mengapa perangkat Price Display justru dihadapkan Kasir dan bukan ke konsumen ?

Dan sebagai penutup dari tulisan ini dan proses belanja saya, akan saya tutup dengan sebuah gambar yang menarik :

Nota belanja yang diberikan oleh Starter Minimart